Bagi pecinta musik Jazz Indonesia, ini ada beberapa lagu jazz irama Bossas dari artis Ermy Kulit.
Silahkan menikmatinya:
Bagi pecinta musik Jazz Indonesia, ini ada beberapa lagu jazz irama Bossas dari artis Ermy Kulit.
Silahkan menikmatinya:
GAMBARAN UMUM TENTANG BIOTEKNOLOGI
Sumber: http://bioteknologi-pertanian.blogspot.com/2009/12/bioteknologi.html
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologisemata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, sepertibiokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia,matematika, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa.
Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sebagai contoh, di bidang teknologi panganadalah pembuatan bir, roti, maupun keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19, pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas baru di bidang pertanian, serta pemuliaan dan reproduksi hewan. Di bidang medis, penerapan bioteknologi di masa lalu dibuktikan antara lain dengan penemuan vaksin, antibiotik, daninsulin walaupun masih dalam jumlah yang terbatas akibat prosesfermentasi yang tidak sempurna. Perubahan signifikan terjadi setelah penemuan bioreaktor oleh Louis Pasteur. Dengan alat ini, produksi antibiotik maupun vaksin dapat dilakukan secara massal.
Sumber: http://www.smallcrab.com/ Diakses tanggal 23 Januari 2010 jam 07:43 pagi WIB
Rekayasa reproduksi adalah suatu usaha manusia untuk mengembangbiakan makhluk hidup dengan cara rekayasa tahapan-tahapan proses reproduksi yang berlangung secara alami.
Rekayasa reproduksi tidak hanya dilakukan pada tumbuhan dan hewan, tetapi manusia juga bisa dijadikan objek dalam teknologi. Ada beberapa teknik rekayasa reproduksi yang kita kenal, antara lain dengan cara kultur jaringan, kloning, hibridisasi, inseminasi buatan, dan bayi tabung.
Sumber: Maharasky Syah (http://www.wattpad.com)
Bermula sejak jaman Arjuna Sasrabahu dari riwayat Sumantri / Patih Suwanda. Patih Suwanda sebenarnya adalah anak Resi Wisanggeni bernama Sumantri dan mempunyai seorang adik yang berbadan kontet dan bermuka seperti raksasa bernama Sukrasana. Resi Wisanggeni adalah kakak Resi Bhargawa yang melanglang buana mencari Ksatria untuk bertarung dengan dalih mencari kematian bagi dirinya sendiri — pada akhirnya Resi Bhargawalah yang membunuh Arjuna Sasrabahu dan dikemudian hari gugur ditangan Rama. Sumantri menjelma menjadi seorang ksatria yang sakti gagah perkasa berkat ajaran Resi Wisanggeni, sementara Sukrasana biarpun berbentuk seperti raksasa mempunyai budi pekerti yang sangat luhur.
Beberapa judul dibawah ini adalah lagu campursari yang banyak disukai penggemar terutama yang iramanya klasik:
1. Lgm Kangen
2. Loro bronto
3. Mawar biru
4. Sewu kuto
5. Nyidamsari
Berikut Lakon-lakon yang dapat dinikmati:
1. Bima Kelana Jaya
2. Kresna Duta (Singa Barong)
3. Kresna Gugah (in Mediafire format)
4. Alap2an Satyoboma
5. Banjaran Harjuna II
6. Banjaran Durna
7. Dasamuka Lena
8. Gatotkaca Nagih Janji
9. Pandawa Gubah
10. Sastrojendroyuningrat
11. Ramayana I (Rama Tundung)
12. Savitri (Satyawan)
13. Suluhan Gatutkaca Gugur
14. Semar Kuning
15. Kresna Kembang (Re-condition)
16. Kumbakarna Lena
17. Narayana Jumeneng Ratu
18. Pendawa Nugraha + Revisi file no. 5a dan 5B
19. WO-Petruk Kelangan Petel
20. Goro-goro WO
21. Parikesit Grogol (sumber asli dari mbak Galuh, file 6A dan 6B tidak ada)
22. Dewa Ruci (Sumber: Wayangprabu)
Lakon ini beberapa waktu yang lalu pernah saya posting di WP, tapi karena sumbernya waktu itu tidak lengkap maka kali ini saya coba posting lagi dengan versi lengkapnya. lakon ini masih sumbangan dari mas Mustafa (Citayam-Depok).
Ringkasan Cerita:

Cerita ini dapat juga disebut sebagai cerita Alap-alap Sukesi atau lahirnya Rahwana sampai Sarpakenaka. Merupakan petikan babad Lokapala yang di dalamnya mengandung mutiara yang sangat berharga. Kerajaan Lokapala pada waktu itu diperintah oleh Danaraja atau Danapati yang belum mempunyai permaisuri. Karena itu ia ingin memasuki sayembara perang melawan Jambu Mangli kemenakan Prabu Sumali Raja dari negara Alengka yang kalau menang dapat mempersunting Dewi Sukesi putri Sumali Raja. Sebelum Danapati berangkat, ayahnya yang bernama Begawan atau Resi Wisrawa datang, menyanggupkan diri menyelesaikan persoalan tersebut karena Sumali raja adalah teman baik dari Wisrawa.
Pada waktu yang bersamaan, Prabu Wisamarta dari Negara Madiantara juga melawat ke Alengka dengan maksud yang sama. Di tengah jalan, wadia bala Madiantara terlibat perang dengan balatentara Lokapala yang menjaga wilayahnya. Sehingga, wadia Madiantara mengambil jalan yang lain, akhirnya Wisamarta kalah dengan Jambu Mangli. Dalam perjalanan ke Alengka, Begawan Wisrawa bertemu dengan Prabu Partakusuma dari Medanggiri. Setelah diketahui maksud masing2 yang tunggal tujuan, terjadilah perang, akhirnya Partakusuma lari. Mengingat betapa berat bahaya yang dihadapi Negara Alengka, maka oleh Sumali Raja Sukesi disyogakan untuk menerima pinangan dari salah satu di antara para raja yang telah melamarnya. Dalam hal ini, Sukesi menyatakan bahwa ia hanya mau menikah dengan seorang yang dapat membeberkan wedaran Sastra Jendra Yuningrat Pangruwating Diyu. Kemudian datanglah Wisrawa dan terbukti Wisrawa dapat memenuhi persyaratan Sukesi. Karena peristiwa tersebut, menurut Hyang Guru …Wisrawa harus menerima pameleh (bhs. Jawa). Hyang Guru manunggal dengan Wisrawa dan Dewi Uma dengan Sukesi. Karenanya Sukesi jatuh hati pada Wisrawa walaupun berulang diingatkan bahwa Wisrawa adalah calon mertuanya.
Syahdan, Bagaimana klimaks dari Lakon ini, Bagaimana pula jalan yang ditempuh oleh Danapati terhadap orang tuanya?
Monggo sami dipun nikmati:
Beberapa bulan yang lalu lakon ini pernah terbit, karena kesalahan pemilihan sumber audio untuk proses converting maka hasil tidak memuaskan dan saya tarik dari peredaran. Mudah-mudahan hasil yang sekarang lebih baik dari yang lalu….ya…namanya baru belajar…….
Sekali lagi terima kasih kepada mas Suwardito (Rawamangun) yang telah menyumbangkan cerita ini untuk disebarkan ke sutrisno Ki Narto Sabdho.
Sebuah tulisan yang saya ambil dari tetangga sebelah mungkin bisa menggambarkan sang Kumbakarna.
Kumbakarna dan Wibisana, Sebuah Perspektif Tentang Nasionalisme
aramichi (Minggu, 26 Apr ‘09 18:54) dari http://politikana.com
Kumbakarna, raksasa yang doyan makan dan tidur tiba tiba bangun dari tidurnya ketika negaranya diserang kekuatan asing. Kumbakarna melawan pasukan Rama yang ternyata didukung oleh Wibisana adiknya sendiri. Kumbakarna sadar Rahwana salah, sejak semula dia tidak setuju ketika Rahwana menculik Sinta, wanita yang sudah menjadi istri orang. Kumbakarna sadar Rahwana telah melakukan blunder, mengorbankan rakyatnya demi seorang wanita cantik jelita bin bohay binti semlohai, Sinta. Kumbakarna sadar Rama ada di pihak kebenaran dan takdir sudah menggariskan kebenaran harus menang, takdir para dewa sudah menggariskan kebatilan harus hancur dengan korban berapapun. Melawan Rama sama saja bunuh diri karena pasti kalah. Semua yang berpihak kepada kebatilan dengan motivasi apapun pasti tergilas. Kumbakarna seorang ksatria, seorang prajurit yang ikhlas menjemput takdirnya, dia berperang bukan demi membela Rahwana, kakaknya. Kumbakarna bukan berperang untuk membela kebatilan. Ketika Ibu Pertiwi memanggil, Kumbakarna memilih meletakkan tugas dan kewajibannya di atas hati nuraninya. Kumbakarna berperang demi negaranya….Alengka.
Perang memang kejam dia tidak mengenal saudara, Wibisana dan Kumbakarna harus berhadapan bukan karena posisi yang berbeda, Wibisana dan Kumbakarna berhadapan karena strategi dan pilihan yang berbeda. Kumbakarna dan Wibisana dua- duanya pro pada kebenaran dan sama- sama tidak setuju dengan aksi ugal- ugalan Rahwana yang semena- mena menculik istri orang. Wibisana memilih berkoloborasi dengan kekuatan asing dengan harapan ketika Rahwana jatuh kekuasaan angkara murka bisa berakhir dan kebajikan bisa berkuasa. Kumbakarna sebaliknya dia memilih melawan kekuatan asing itu karena panggilan tugas dan kewajibannya. Salahkah Kumbakarna dengan nasionalismenya? Siapakah yang benar apakah Kumbakarna atau Wibisana?
Yang sulit adalah mengetahui motivasi seseorang, motivasi atau niat menjadi rahasia yang paling terdalam, begitu jauh di relung hati sehingga kadang kita sebagai manusia hanya dapat menerka dari implikasinya. Kumbakarna melawan Rama disimpulkan Kumbakarna melawan kebenaran yang datang. Kumbakarna berada di pihak Rahwana dinilai pasti ini orang pro kebatilan, pro penculik istri orang. Apalagi wajah Kumbakarna kebetulan tidak tampan, boleh dikatakan jelek tambah lagi poin negatifnya ditambah kerjanya hanya makan dan tidur saja. Kita sulit melihat kebaikan orang karena selalu melihat dari kelompok mana orang itu berasal. Fakta- fakta bahwa Kumbakarna sudah mengingatkan Rahwana dan menentang aksi menculik istri orang terabaikan atau tidak diketahui karena kita sudah terlanjur menganggap Kumbakarna melawan Rama dan berada di pihak Rahwana. Ketidakmampuan melihat fakta yang saling bertolak belakang menyebabkan kegagalan kita dalam memahami seseorang. Akhir tragis seorang patriot Tanah Air yang telah memilih. Tergilas, dibenci dan terlupakan….
Untuk dapat menikmati cerita ini silahkan diklik di sini