Sains, Teknologi, Seni dan Budaya

Lakon ini merupakan sumbangan mas Wahyudiono (Tangerang); pengubah format mas Mustafa (Citayam-Depok)

RADEN KAKRASANA
Sumber : Sejarah Wayang Purwa – Hardjowirogo – PN Balai Pustaka – 1982 dan http://ki-demang.com/

Raden Kakrasana putra Prabu Basudewa dari perkawinannya dengan Dewi Rohini. Ketika bertakhta sebagai raja di Madura, ia bernama Prabu Baladewa. Raden Kakrasana adalah saudara kembar Raden Nayarana, tapi Kakrasana berkulit putih bulai dan Nayarana herkulit hitam. Kakrasana titisan Hyang Basuki, dewa ular. Tabiatnya keras dan pemarah, tetapi marahnya gampang mereda. Pada masa mudanya ia menjadi pendeta, bernama Wasi Jaladara. Sebabnya ia menjadi pendeta ialah karena negaranya dikuasai seorang ksatria raksasa, bernama Raden Kangsa. Kangsa ini terus-menerus mencari Kakrasana, dengan maksud untuk membunuhnya, sebab oleh Kangsa, Kakrasana dianggap sebagai orang yang akan menguasai negara Madura.

Semasa menjadi pendeta, Kakrasana sangat waspada dan berbudi hening, hingga termasyhurlah ia sebagai pendeta sakti. Karena kewaspadaannya, Jaladara bisa mengetahui hal-hal yang gaib, hingga ia bisa menemukan seorang putri raja Madraka, bernama Dewi Herawati yang dicuri oleh Raden Kartawiyaga, putra raja raksasa, bernama Karondageni dari negara Tirtakandasan. Akhirnya putri itu menjadi istri Wasi Jaladara yang kemudian bertakhta menjadi negara Madura.

Tetapi sebenarnya Kakrasana bukan saudara kembar Nayarana, mereka malahan berlainan ibu, Kakrasana adalah putra Dewi Rohini dan Nayarana putra Dewi Dewani. Dewi ini sesudah bersalin, meninggal. Dalam bahasa Jawanya ini dinamakan mati konduran. Maka bayi Nayarana pun disusui oleh ibu Kakrasana. Itulah sebabnya mengapa kedua bayi itu dikira anak kembar.

Raden Kakrasana bermata kedondongan, berhidung dan bermuka serba lengkap (sembada). Berjamang dengan garuda membelakang. Berambut terurai dengan bentuk polos (biasa). Berkalung bulan sabit, menandakan, bahwa ia masih ksatria muda. Bergelang, berpontoh dan berkeroncong. Berkain katongan (kerajaan).

Raden Kakrasana berwanda: 1. Kilat, 2. Sembada dan 3. Bangbang wetan.

Untuk menikmati cerita ini selangkapnya silahkan diunduh Di Sini

Comments on: "Kakrasana Rabi (KH Anom Suroto)" (4)

  1. saya ingin mendapatkan cerita cerita lama, seperti Endang Werdiningsih, Semar mbarang jantur, Terima kasih. Email saya: arief.h4rtono@gmail.com.

    • listantoedy said:

      Coba mas ke wayangprabu.com disitu ada lakon Semar mBarang Jantur yang disampaikan oleh Ki Nartosabdho. terimakasih dah mampir

  2. terima kasih pak.

  3. karena koneksi internet saya sedang bermasalah, terpaksa saya menunda keinginan saya untuk mendengarkan lanjutan dari lakon yang saya posting di http://sigitbs.wordpress.com/2011/09/11/wasi-jaladara/….
    salam budaya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag